Logo Miraculum Mundi

Produk My Miracle World

Selasa, 07 Juni 2011

Diabetes Mellitus - 糖尿病 - Kencing Manis

Diabetes Mellitus - 糖尿病 - Kencing Manis








http://www.f-buzz.com/wp-content/uploads/2008/08/diabetes_symptoms.gif

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan upaya penanganan yang tepat dan serius. Karena jika tidak, dampak dari penyakit tersebut akan membawa berbagai komplikasi penyakit serius lainnya, seperti penyakit jantung, stroke, disfungsi ereksi, gagal ginjal, kerusakan system syaraf dan penyakit lainnya.

http://www.f-buzz.com/2008/08/04/serba-serbi-diabetes-mellitus/





Overview of the most significant symptoms of diabetes.


Diabetes mellitus, often simply referred to as diabetes—is a group of metabolic diseases in which a person has high blood sugar, either because the body does not produce enough insulin, or because cells do not respond to the insulin that is produced. This high blood sugar produces the classical symptoms of polyuria (frequent urination), polydipsia (increased thirst) and polyphagia (increased hunger).
There are three main types of diabetes:
  • Type 1 diabetes: results from the body's failure to produce insulin, and presently requires the person to inject insulin. (Also referred to as insulin-dependent diabetes mellitus, IDDM for short, and juvenile diabetes.)
  • Type 2 diabetes: results from insulin resistance, a condition in which cells fail to use insulin properly, sometimes combined with an absolute insulin deficiency. (Formerly referred to as non-insulin-dependent diabetes mellitus, NIDDM for short, and adult-onset diabetes.)
  • Gestational diabetes: is when pregnant women, who have never had diabetes before, have a high blood glucose level during pregnancy. It may precede development of type 2 DM.
Other forms of diabetes mellitus include congenital diabetes, which is due to genetic defects of insulin secretion, cystic fibrosis-related diabetes, steroid diabetes induced by high doses of glucocorticoids, and several forms of monogenic diabetes.
All forms of diabetes have been treatable since insulin became available in 1921, and type 2 diabetes may be controlled with medications. Both type 1 and 2 are chronic conditions that usually cannot be cured. Pancreas transplants have been tried with limited success in type 1 DM; gastric bypass surgery has been successful in many with morbid obesity and type 2 DM. Gestational diabetes usually resolves after delivery. Diabetes without proper treatments can cause many complications. Acute complications include hypoglycemia, diabetic ketoacidosis, or nonketotic hyperosmolar coma. Serious long-term complications include cardiovascular disease, chronic renal failure, retinal damage. Adequate treatment of diabetes is thus important, as well as blood pressure control and lifestyle factors such as smoking cessation and maintaining a healthy body weight.
As of 2000 at least 171 million people worldwide suffer from diabetes, or 2.8% of the population.[2] Type 2 diabetes is by far the most common, affecting 90 to 95% of the U.S. diabetes population.[3]

http://en.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus






Universal blue circle symbol for diabetes.[1]





World Diabetes Day is the primary global awareness campaign of the diabetes mellitus world and is held on November 14 of each year. It was introduced in 1991 by the International Diabetes Federation and the World Health Organization in response to the alarming rise of diabetes around the world. World Diabetes Day is a campaign that features a new theme chosen by the International Diabetes Federation each year to address issues facing the global diabetes community. While the campaigns last the whole year, the day itself marks the birthday of Frederick Banting who, along with Charles Best, first conceived the idea which led to the discovery of insulin in 1922.
Each year, World Diabetes Day is centred on a theme related to diabetes. Topics covered have included diabetes and human rights, diabetes and lifestyle, diabetes and obesity, diabetes in the disadvantaged and the vulnerable, and diabetes in children and adolescents.[1]
For 2009–2013, the theme is Diabetes Education and Prevention.[2]

http://en.wikipedia.org/wiki/World_Diabetes_Day







10 Tanaman Ajaib Penurun Kadar Gula Darah


KapanLagi.com
- Anda penderita Diabetes? Jika kadar gula darah Anda bermasalah, tak ada salahnya mencoba 10 bahan berikut yang membantu menurunkan gula darah, meningkatkan sensitifitas insulin, menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol, dan beberapa manfaat lain. 

1. Gymnema sylvestre

Fungsi utama: Menurunkan gula darah

Dosis umum: 200 - 250 miligram per hari. 

Nama Hindi tumbuhan ini berarti 'penghancur gula', dan tanaman ini dikatakan memiliki kemampuan untuk menurunkan kemampuan mendeteksi rasa manis. Tanaman ini dianggap sebagai tanaman paling kuat untuk mengendalikan gula darah. Kemungkinan besar, cara kerjanya adalah dengan meningkatkan aktivitas enzim yang membantu sel tubuh untuk menggunakan glukosa atau dengan merangsang produksi insulin. Walaupun belum ada penelitian intensif, tapi belum ditemukan adanya efek samping serius untuk penggunaan tanaman ini.

2. Pare (Momordica charantia)

Fungsi utama: Menurunkan gula darah

Dosis umum: 50 - 100 mililiter (3-6 sdm) jus per hari. 

Pare yang pahit ini dianggap mampu membantu sel menggunakan glukosa secara lebih efektif dan meredam penyerapan gula di dalam usus. Para peneliti di Filipina yang meneliti konsumsi pare kepada pria dan wanita dalam bentuk kapsul selama 3 bulan menemukan adanya penurunan gula darah, walaupun sedikit, tetapi konstan. Permasalahan yang muncul adalah masalah pencernaan, tapi tidak jelas apa.

3. Magnesium

Fungsi utama: Menurunkan gula darah

Dosis umum: 250 - 350 miligram per hari. 

Kekurangan magnesium tidak jarang ditemui sebagai salah satu penyebab diabetes, bahkan gejala ini memperburuk kondisi gula darah dan resistansi insulin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen magnesium dapat memperbaiki fungsi insulin dan menurunkan gula darah. Coba konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi insulin.

4. Prickly Pear Cactus (Daging buah kaktus) (Opuntia sp.)

Fungsi utama: Menurunkan gula darah

Dosis umum: jika dikonsumsi sebagai makanan, 150 gram rebusan kaktus per hari. 

Buah matang dari kaktus ini mampu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Bentuk yang bisa ditemui adalah dalam bentuk buah, atau jus, atau bubuk. Para peneliti menemukan bahwa buah ini menurunkan kadar gula darah karena adanya komponen yang mirip dengan insulin. Buah ini juga tinggi kadar seratnya.

5. Gamma-Linolenic Acid (Asam Linoleat Gamma)

Fungsi utama: Mengurangi sakit saraf

Dosis umum: 270 - 540 milligrams sekali per hari.  

Asam Linoleat Gamma, atau GLA adalah asam lemak yang ditemukan dalam minyak bunga evening primrose. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita diabetes adalah orang yang memiliki level GLA rendah dalam darah, dan penelitian menunjukkan bahwa suplemen ini dapat menurunkan, bahkan mencegah sakit di saraf yang muncul akibat diabetes.

6. Chromium (Krom)

Fungsi utama: Menurunkan kadar gula

Dosis umum: 200 mikrogram per hari.

Mineral ini dianggap mampu meningkatkan kinerja insulin dan terlibat juga dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Beberapa penelituan menunjukkan bahwa mineral ini membantu menurunkan gula darah, tapi hanya untuk mereka yang memang kekurangan krom.

7. Bilberry (Vaccinium myrtillus)

Fungsi utama: Melindungi mata dan syaraf

Dosis umum: 80-120 miligram standar billberry extract per hari.
 
Saudara blueberry ini memiliki antioksidan kuat dalam buah dan daunnya. Antioksidan yang dinamai antosianidin ini, membantu mencegah kerusakan sel darah kecil yang dapat merusak saraf dan retina mata. Penelitian terhadap hewan menunjukkan adanya penurunan gula darah juga akibat konsumsi buah

8. Alpha-Lipoic Acid (Asam Alpha Lopoic)

Fungsi utama: Mengurangi rasa sakit syaraf, dan menurunkan kadar gula darah

Dosis umum: 600-800 miligram per hari.

Disingkat ALA, bahan yang mirip vitamin ini menetralkan berbagai radikal bebas. Pembentukan radikal bebas adalah salah satu faktor peningkatan gula darah, dapat membuat kerusakan saraf dan berbagai masalah lain. ALA jg mampu membantu sel otot untuk menyerap gula darah. Di salah satu penelitian di Jerman, sekelompok peneliti memerika 40 orang dewasa yang mengkonsumsi ALA dan placebo. Di akhir studi selama 4 minggu, ditemukan bahwa ALA meningkatkan sensitifitas insulin sebanyak 27 persen.

9. Fenugreek (Trigonella foenum-graecum)

Fungsi utama: Menurunkan gula darah

Dosis umum: 5 sampai 30 gram setuap makan, atau 15 sampai 90 gr per hari. Biji-bijian yang digunakan sebagai bumbu masakan India ini mampu menurunkan tekanan darah, meningkatkan sensitifitas insulin, dan menurunkan kolesterol, menurut beberapa penelitian. Efek ini mungkin timbul karena tingginya kadar serat. Bijinya jg mengandung asam amino yang meningkatkan produksi insulin. Di salah satu penelitian terhadap fenugreek, 60 orang yang mengkonsumsi 25 gr bumbu ini menunjukkan peningkatan yang baik terhadap pengendalian gula darah.

10. Ginseng (Panax ginseng)

Fungsi utama: Menurunkan gula darah

Dosis umum: 1-3 gram per hari dalam bentuk kapsul atau tablet, 3-5 mililiter dalam bentuk tincture 3kali sehari. Dikenal karena kemampuannya yang mendorong sistem kekebalan tubuh, ginseng ini memiliki beberapa hasil positif mengenai diabetes. Para peneliti menemukan bahwa ginseng memperlambat penyerapan karbohidrat, meningkatkan kemampuan sel dalam menyerap glukosa, dan meningkatkan pelepasan insulin dari pankreas. Ditemukan juga di Toronto dalam suatu penelitian, bahwa ginseng mampu menurunkan kadar gula sampai 15-20 persen.
Tak ada salahnya Anda mencoba suplemen alami tersebut, tapi ada baiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsinya. Jika tidak ada perubahan setelah satu atau dua bulan, hentikan dan jangan buang-bunga lagi uang Anda. Salam sehat! (kpl/wiedy/rit)

Sumber : http://www.kapanlagi.com/a/0000005330.html


http://www.litbang.depkes.go.id/aktual/kliping/10tanaman.htm



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar